BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS
create your own banner at mybannermaker.com!

Saturday, February 19, 2011

Haid telat..?? cari tau penyebabnya yuuk..^_^

Hmm..cari tau penyebab telatnya haid para wanita aah....
Kejadian yang beberapa waktu lalu terulang kembali, sudah 2 pekan si "bulan" tidak datang-datang,tapi..hasil test pack menunjukkan tetap negatif. Ada apakah..??




DARI KECAPEKAN HINGGA POLA MAKAN


Datang bulan tidak teratur? Pasti tak sedikit wanita yang pernah mengalaminya. Sebetulnya, ini wajar mengingat penyebabnya pun amat beragam. Antara lain, perubahan berat badan, pola hidup, serta obat-obatan. Kapan keterlambatan itu mesti diwaspadai?
 Secara umum, menstruasi atau haid yang sering telat tidak perlu dikhawatirkan. Kenapa? Untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya jika kita pahami dulu proses terjadinya haid atau yang juga populer dengan istilah datang bulan.
Menstruasi adalah proses bulanan tumpahan lapisan bagian dalam dan darah uterus melalui liang kelamin wanita atau vagina. Keluarnya cairan yang mengandung darah ini terjadi pada wanita yang sudah memasuki usia subur dan yang sedang tidak hamil. Peristiwa ini dimulai dengan adanya pengeluaran selaput lendir rahim di bagian dalam rahim atau endometrium.
Di bawah pengaruh hormon estrogen, endometrium pun jadi tumbuh menebal, menantikan datangnya sel telur. Ibaratnya lapisan tebal endometrium ini seperti karpet atau tanah subur yang siap menanti datangnya sel telur atau okulasi. Pada puncak pertengahan siklus haid yang optimal, terjadilah pelepasan sel telur. Nah, saat itulah bila ada sel sperma masuk, sel telur dan sperma ini bersatu menjadi zygote (bakal janin) dan menempel pada endometris yang sudah mencapai ketebalan maksimal tadi.
Proses seperti ini akan berulang setiap bulan, sepanjang tidak terjadi pembuahan yang menghasilkan zygote. Pada waktunya, tumbuh lagi selaput yang baru. Dengan kata lain, karpet tadi digelar lagi, lalu tanggal lagi, begitu seterusnya.


PENGARUH DIET DAN OLAHRAGA


Jadi, menstruasi sebetulnya sesuatu yang normal, sehingga semua wanita mengalaminya. Pada setiap wanita, siklus haid ini pun bervariasi. Rata-rata berjarak 28 hari, namun bisa juga sampai 42 hari. Jika sampai terjadi keterlambatan pun, semisal sampai 3-4 bulan, juga tak perlu terlalu dikhawatirkan. Tapi disarankan sebaiknya periksa ke dokter spesialis. Apalagi kalau telat sampai 5-6 bulan.
Sering orang salah mengerti, kalau sampai 3 atau 4 bulan tidak haid, mereka menyangka darahnya bisa mengumpul di dalam, menggenang, dan lama-lama bisa berbahaya. Padahal jika tidak haid, berarti tidak ada pendarahan bdi dalam tubuh. Tidak mens berarti tidak ada endometrium yang lepas. Jadi bukan berarti ada darah yang mengumpul. Darah baru keluar jika selaput lendirnya lepas. Jika tidak lepas, ya tidak berdarah. Jadi jangan khawatir.
Lantas apa saja yang menyebabkan mens telat? Penyebabnya bisa bermacam-macam. Bagi yang masih belum menikah, penyebabnya bisa karena terlalu lelah. Contohnya, belajar terlalu keras bagi yang masih sekolah atau kuliah, atau berolahraga kelewat berat. Sebaliknya bisa juga terjadi pada mereka yang biasa berolahraga dan menghentikan kebiasaannya secara tiba-tiba. Pola makan pun bisa mempengaruhi siklus haid. Misalnya, mereka yang biasa makan banyak dan mendadak diet. Ini akan membuat tubuh stres. Atau bisa jadi badan kurus jadi gemuk. Pokoknya, tiap ada perubahan berat badan mencolok.
Jenis-jenis obat tertentu juga bisa mengusik pola haid, terutama obat-obatan yang mengandung hormon. Contohnya,obat untuk mengatasi gatal-gatal atau obat sakit telinga. Begitu pula obat-obatan KB atau suntik KB. Baru setelah berhenti minum obat, haid akan kembali lancar. Keterlambatan haid lebih sering dialami mereka yang masih gadis, karena pola okulasinya belum teratur. Hanya saja, kalau sudah terbiasa haid kemudian haidnya tidak ada, harus bertanya pada diri sendiri. Jangan-jangan pernah minum obat tertentu.


SULIT PUNYA ANAK


Kasus yang perlu diwaspadai adalah gadis remaja yang belum juga mendapat haid. Terlebih jika usianya sudah mencapai 17 tahun. Jika ini terjadi, sebaiknya segera lakukan pemerikasaan. Sebab, bisa saja ada kemungkinan selaput darahnya tertutup rapat. Normalnya, selaput darah itu mempunyai lubang-lubang. Kalau tertutup rapat, dia mungkin bisa haid, tapi haidnya tidak bisa keluar. Nah, yang ini memang betul darahnya bisa mengumpul di dalam.
Untuk yang sudah menikah, keterlambatan haid dapat disebabkan oleh kemungkinan baru selesai melahirkan atau menyusui. Ada pula kemungkinan karena terserang infeksi, termasuk penyakit infeksi akibat hubungan seks. Bagi yang berusia di atas 35 tahun, juga mesti waspada terhadap adanya tumor indung telur.
Ada juga wanita yang mengalami perdarahan di antara dua masa haid. Kalau ini terjadi pun harus segera diperiksakan. Perdarahan yang terjadi dengan siklus kurang dari 21 hari jelas tak normal, terutama bagi yang sudah tidak gadis lagi. Kalu mereka yang masih di bawah umur 20 tahun, mungkin hanya karena gangguan hormon.
Benarkah haid yang tidak teratur menyulitkan punya anak? Pandangan ini tidak selalu tepat. Sering terjadi, pasien wanita ingin punya anak tapi menstruasinya tidak teratur. Lalu dia datang ke dokter minta agar menstruasinya bisa dibuat teratur sehingga bisa punya anak. Ini tidak selalu bisa. Sulit punya anak tidak selalu berkorelasi dengan siklus haid.
Sebagian kasus menstruasi yang tidak teratur bisa diatasi dengan menjalani pola hidup yang teratur pula. Bagi yang mengalami ketidakteraturan secara mendadak, sebaiknya jangan stress, tidak merokok, apalagi minu-minuman beralkohol. Makan, bekerja, dan tidur hendaknya teratur. Seringkali orang lupa istirahat. Maunya kerja saja terus dengan mengabaikan tubuh yang sudah lelah.
Akan tetapi, ada pula yang mengalami ketidakteraturan menstruasi sejak awal. Mereka yang mengalami hal seperti inilah yang perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis. Misalnya haidnya yang datang hanya 4 bulan sekali. Saran lain adalah jangan minum obat sembarangan. Juga, biasakan secara teratur datang ke dokter kandungan


PERBANYAK MAKAN BUAH DAN SAYURAN


Selain haid tidak teratur, hal lain yang kerap mengganggu kaum wanita adalah nyeri menjelang menstruasi atau pada saat haid. Rasanya seperti mulas bercampur keramketika darah sedang keluar. Rasa nyeri ini merupakan sesuatu yang wajar, karena dinding rahim saat itu sedang berkontraksi atau mengkerut untuk mengeluarkan gumpalan darah.
Nyeri ini lebih terasa pada wanita yang belum pernah melahirkan. Pasalnya, mulut rahim mereka masih kecil, sehingga rasanya seperti orang yang sedang melahirkan. Inipun sesuatu yang normal. Kecuali bagi wanita yang memang sangat sensitif, yang rasanya bisa sangat menyiksa. Namun, biasanya setelah menikah dan memiliki anak, ini akan hilang.
Akan tetapi, jika nyeri itu hebat dan berkepanjangan, p;erlu diwaspadai adanya kemungkinan ia menderita endometriosos. Dalam hal ini, sel-sel bagian dalam rahim tumbuh tidak di dalam rahim, tapi juga di luar. Misalnya, di ovarium atau saluran tuba yang sangat menyakitkan.
Jika nyeri menjelang haid begitu hebat sampai terasa melumpuhkan, sebaiknya segera periksa ke dokter. Terlebih bagi yang sudah berhubungan badan, karena mungkin merupakan suatu gejala infeksi. Nah, bila terjadi pelekatan organ genitalia internal akibat dari infeksi tersebut, dampaknya bisa menyulitkan punya anak.
Pusing yang menyertai menstruasi juga merupaka hal yang wajar. Pasalnya, wanita yang menjelang haid biasanya memang mengalami pre-menstruasi tension atau ketegangan menjelang haid. Efeknya antara lain perasaan tertekan, jerawatan, payudara nyeri, badan sakikt-sakit, perut serasa kembung, bengkak,ada rasa nyeri. Makanya, jadi lebih gampang marah atau sebaliknya dan perubahan emosi lainnya.
Semua itu, wajar-wajar saja dan tidak berbahaya. Untuk mengurangi kondisi yang tidak nyaman ini, dianjurkan mengurangi makanan yang banyak mengandung garam, bumbu penyedap, atau terlalu banyak mengandung minyak. Perbanyaklah makan buah dan sayur, cukup makanan yang mengandung minyak. Perbanyaklah makan buah dan sayur, cukup makanan yang mengandung karbohidrat dan tinggi serat.


Read More......

Friday, February 11, 2011

Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi Pada Hari Jum'at

Oleh: Badrul Tamam



Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.


Hari Jum’at merupakan hari yang mulia. Bukti kemuliaannya, Allah mentakdirkan beberapa kejadian besar pada hari tersebut. Dan juga ada beberapa amal ibadah yang dikhususkan pada malam dan siang harinya, khususnya pelaksanaan shalat Jum’at berikut amal-amal yang mengiringinya.


Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,


إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ


"Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. . . . " (HR. Abu Dawud, an Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dari hadits Aus bin Aus)

Amal Khusus di Hari Jum'at

Pada dasarnya, tidak dibolehkan menghususkan ibadah tertentu pada malam Jum’at dan siang harinya, berupa shalat, tilawah, puasa dan amal lainnya yang tidak biasa dikerjakan pada hari-hari selainnya. Kecuali, ada dalil khusus yang memerintahkannya. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu, bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda;

لَا تَخُصُّوا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اللَّيَالِي ، وَلَا تَخُصُّوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الْأَيَّامِ ، إلَّا أَنْ يَكُونَ فِي صَوْمٍ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ

“Janganlah menghususkan malam Jum’at untuk mengerjakan shalat dari malam-malam lainnya, dan janganlah menghususkan siang hari Jum’at untuk mengerjakan puasa dari hari-hari lainnya, kecuali bertepatan dengan puasa yang biasa dilakukan oleh salah seorang kalian.” (HR. Muslim, al-Nasai, al-Baihaqi, dan Ahmad)

Membaca Surat Al-Kahfi

Salah satu amal ibadah khusus yang diistimewakan pelakasanaannya pada hari Jum’at adalah membaca surat Al-Kahfi. Berikut ini kami sebutkan beberapa dalil shahih yang menyebutkan perintah tersebut dan keutamaannya.

1. Dari Abu Sa'id al-Khudri radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

"Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul 'atiq." (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736)

2. Dalam riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu 'anhu,

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum'at." (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470)

3. Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.”

Al-Mundziri berkata: hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. (Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib: 1/298)”

Kapan Membacanya?

Sunnah membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada hari Jum’atnya. Dan malam Jum’at diawali sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis. Kesempatan ini berakhir sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’atnya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.

Imam Al-Syafi'i rahimahullah dalam Al-Umm menyatakan bahwa membaca surat al-Kahfi bisa dilakukan pada malam Jum'at dan siangnya berdasarkan riwayat tentangnya. (Al-Umm, Imam al-Syafi'i: 1/237).

Mengenai hal ini, al-Hafidzh Ibnul Hajar rahimahullaah mengungkapkan dalam Amali-nya: Demikian riwayat-riwayat yang ada menggunakan kata “hari” atau “malam” Jum’at. Maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud “hari” temasuk malamnya. Demikian pula sebaliknya, “malam” adalah malam jum’at dan siangnya. (Lihat: Faidh al-Qadir: 6/199).

DR Muhammad Bakar Isma’il dalam Al-Fiqh al Wadhih min al Kitab wa al Sunnah menyebutkan bahwa di antara amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam dan hari Jum’at adalah membaca surat al-Kahfi berdasarkan hadits di atas. (Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab was Sunnah, hal 241).

Kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.

Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jum’at

Dari beberapa riwayat di atas, bahwa ganjaran yang disiapkan bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada siang harinya akan diberikan cahaya (disinari). Dan cahaya ini diberikan pada hari kiamat, yang memanjang dari bawah kedua telapak kakinya sampai ke langit. Dan hal ini menunjukkan panjangnya jarak cahaya yang diberikan kepadanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ

“Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.” (QS. Al-Hadid: 12)

Balasan kedua bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at berupa ampunan dosa antara dua Jum’at. Dan boleh jadi inilah maksud dari disinari di antara dua Jum’at. Karena nurr (cahaya) ketaatan akan menghapuskan kegelapan maksiat, seperti firman Allah Ta’ala:

إن الحسنات يُذْهِبْن السيئات

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Huud: 114)

Surat Al-Kahfi dan Fitnah Dajjal

Manfaat lain surat Al-Kahfi yang telah dijelaskan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah untuk menangkal fitnah Dajjal. Yaitu dengan membaca dan menghafal beberapa ayat dari surat Al-Kahfi. Sebagian riwayat menerangkan sepuluh yang pertama, sebagian keterangan lagi sepuluh ayat terakhir.

Imam Muslim meriwayatkan dari hadits al-Nawas bin Sam’an yang cukup panjang, yang di dalam riwayat tersebut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Maka barangsiapa di antara kamu yang mendapatinya (mendapati zaman Dajjal) hendaknya ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat al-Kahfi.”

Dalam riwayat Muslim yang lain, dari Abu Darda’ radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.” Yakni dari huru-haranya.

Imam Muslim berkata, Syu’bah berkata, “Dari bagian akhir surat al-Kahfi.” Dan Hammam berkata, “Dari permulaan surat al-Kahfi.” (Shahih Muslim, Kitab Shalah al-Mufassirin, Bab; Fadhlu Surah al-Kahfi wa Aayah al-Kursi: 6/92-93)

Imam Nawawi berkata, “Sebabnya, karena pada awal-awal surat al-Kahfi itu tedapat/ berisi keajaiban-keajaiban dan tanda-tanda kebesaran Allah. Maka orang yang merenungkan tidak akan tertipu dengan fitnah Dajjal. Demikian juga pada akhirnya, yaitu firman Allah:

أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي أَوْلِيَاءَ

“Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? . . .” QS. Al-Kahfi: 102. (Lihat Syarah Muslim milik Imam Nawawi: 6/93)

Penutup

Dari penjelasan-penjelasan di atas, sudah sepantasnya bagi setiap muslim untuk memiliki kemauan keras untuk membaca surat Al-Kahfi dan menghafalnya serta mengulang-ulangnya. Khususnya pada hari yang paling baik dan mulia, yaitu hari Jum’at. Wallahu Ta’aa a’lam. [PurWD/voa-islam.com]

Read More......

Thursday, February 10, 2011

Jika Akhwat Naik Ojek??

By: Ummu Zaid Taqy


Bismillahirrahmaanirrahiim...


"Um..panas banget nh, kita naek ojek aja yuk..". Haah??..*sambil bingung..tapi langsung tersadar.."afwan, ana ga bisa naik ojek, um.." kenapa? tanyanya bingung juga sambil sesekali menghapus keringatnya, karena terlalu lama menunggu angkot yang lamaaaa ga nongol-nongol.
Pertanyaan seperti itu, sering ana dapatkan, bukan hanya dari teman, bahkan orang tua dan saudari2 ana juga sering meledek abis. Ribet..!! kata mereka.


Sebenarnya hanya simple aja bagi ana, alasan menuruti perintah suami ketika baru menikah dulu.Awalnya juga sedikit bingung, kenapa sih? hari gini gituuu..? khan jadi lama nyampenya? toh, ga pegangan si abangnya, bla..bla..bla..
Yaa..itu alasan ana yang sampai detik ini, ga berani untuk melanggar. Berhusnudzhan saja, perintah suami hanya untuk kebaikan istrinya, karena itu mungkin salah satu sayangnya pada istri..ehm..ehm..

Tapi..tunggu dulu,..

Ga semua bisa menerima pendapat itu. Alasan tersebut dianggap terlalu berlebih2an. "aah, suami ente aja yang terlalu jeaulous". Apa bedanya naik ojek dengan naik taksi yang hanya berdua dg sopir, atau naik bis yang berdesak2an..Alasan dan "counter" yang beragam, semua ingin pembenaran.


***************

Sebenarnya, jika mengikuti fikiran layaknya human being, memang...terkesan mengada2, menyusahkan, dan menyulitkan diri sendiri, dan ujung2nya rencana tiba tepat waktu, meleset hanya karena fasilitas yang tidak ada, atau angkutan umum yang susah.Apalagi, sebagai seorang muslimah, sedikit kerepotan jika harus keluar rumah tapi angkutan umum yang jarang dan hanya ada ojek. Sebagai muslimah yang setiap tindak tanduknya selalu berusaha menjaga norma2 yang ada, tentunya agak kurang sreg jika harus berboncengan dengan lawan jenis yang bukan mahrom.

Jika keadaan yang memang darurat, mungkin bisa dimaklumi..tapi, jika harus naik ojek pagi, siang, petang, tiap hari..apakah itu juga termasuk darurat??? Apalagi, masih ada alternatif lain, bisa dg berjalan kaki, naik angkutan umum, naik becak misalnya..??

Jadi ingat, pesan suami..lebih baik kamu jalan kaki, daripada naik ojek..! wiiiihh..sadis ga tuh kedengarannya..^_^..Tapi, Alhamdulillah..sampai detik ini, instruksi suami mudah2an selalu ana ingat dan jaga. Jujur, ga berani coba2...coba2 mangkir, coba2 diam2, coba2 bohong...Oh, Ga deh..jangan sampai. Allah Maha Melihat segalanya..Coba bayangkan, jika dalam keadaan ana naik ojek, eeh..tiba2 nyusruk atau jatuh..kebayang khan?? Takut dosa ah. hehe..

Lanjuut...

Motor tuh sudah banyak sekali yaa, abang2 becak saja sudah mulai tergilas dengan fenomena menjamurnya motor ini. Kemudahan kredit makin menambah jumlah pengendara di jalan raya, atau di sekolah-sekolah sekalipun.Anak2 SMP, SMA, sekarang udah jarang yang terlihat pakai sepeda ke sekolah atau jalan kaki. Parkiran sekolah sudah padat dengan motor. itu tidak hanya di jalan besar, di kampung2 pun sudah ga zaman yang pakai "kaki" lagi (baca: jalan) atau bersepeda ria.
Ya..iya,, mudah2an memang ekonomi negara kita memang sudah makin baik lah...*amiiiin....

Ga bisa dipungkiri, motor adalah pilihan yang paling tepat untuk berkendara. Terlebih kita lihat jalanan sekarang ini, macet dimana-mana. Bagi orang atau ummahat yang seperti ana yang tidak ada fasilitas motor (hihi..curhat), butuh banget akses cepat dan murah seperti motor tadi.

Keberadaan ojek, memang menggoda bagi ummahat/akhwat yang sering berinteraksi diluar rumah tapi tidak menggunakan fasilitas pribadi. Peran suami untuk terus mengantar istrinya juga terasa sulit karena juga punya kepentingan dan tanggung jawab yang lain. Tuntutan untuk interaksi sosial,taklim, dakwah kemana-mana serasa kontradiktif, ketika kita menganjurkan orang lain untuk berlaku secara kaffah tapi kita malah berboncengan dengan selain mahrom.

Masalah ini memang belum bisa dikatakan tuntas, terbukti..masih banyak terlihat ummahat/akhwat berkeliaran dengan menumpang ojek.Apakah hal ini bukan sesuatu yang urgent, sehingga bukan persoalan berat? atau memang faktor ketidaktahuan mereka..??

Hmm..jadi terinspirasi untuk mencari tau lebih, dari sekedar hanya menuruti perintah suami.

***********

Memang ada ketentuan di dalam syariat Islam tentang pergaulan antara laki-laki dan wanita. Salah satunya larangan untuk berduaan, bersentuhan atau saling bersamaan tanpa mahram.
Jika kendaraan tersebut (ojeg)di atasnya menggunakan, seperti pelana (semacam tempat duduk tersendiri, dengan pegangannya), atau yang sejenis, dimana kalau wanita tersebut naik di belakangnya, dia tidak akan menyentuh pemboncengnya, dan rute perjalanannya di dalam kota, dengan kata lain tidak melintasi kawasan terpencil, maka hukumnya boleh jika memenuhi dua syarat ini: (1) wanita tersebut naik di belakangnya, sementara dia tidak menyentuh pemboncengnya, dan (2) tidak membawanya, kecuali pada rute dimana mata orang bisa memandanginya. Alasannya, karena Rasulullah saw. pernah membawa Asma’ ra. (adik ipar Nabi) di Madinah, tatkala dia memikul beban yang berat di atas kepalanya. Maka, Rasulullah saw. hendak merundukkan untanya agar bisa dinaiki Asma’, namun Asma’ lebih suka melanjutkan perjalanannya, dengan tidak menaiki (unta Nabi). Sudah lazim diketahui, bahwa di atas unta itu ada punuk, dimana yang pertama bisa dinaiki oleh seseorang, setelah itu berikutnya bisa dinaiki di belakangnya, sementara orang yang kedua tidak harus menyentuh orang yang pertama. Punuk tadi ada di antara kedua orang tersebut. Orang yang kedua pun bisa memegang punuk tadi, sesuka hatinya. Dengan kata lain, unta itu merupakan kendaraan yang memungkinkan untuk dinaiki dua orang, dimana satu sama lain tidak harus saling berpegangan.

Al-Bukhari telah mengeluarkan dari Asma’ bint Abi Bakar berkata:

وَكُنْتُ أَنْقُلُ النَّوَى مِنْ أَرْضِ الزُّبَيْرِ الَّتِيْ أَقْطَعَهُ رَسُوْلُ اللهِ  عَلَى رَأْسِيْ … إِلَى أَنْ تَقُوْلَ “ثُمَّ قَالَ الرَّسُوْلُ  إِخْ إِخْ لَيَحْمِلْنِي خَلْفَهُ فَاسْتَحْيَيْتُ …”.

Saya pernah membawa benih dari tanah az-Zubair (suami saya), yang telah diberikan oleh Rasulullah saw., dipanggul di atas kepala saya… sampai pernyataan beliau: Kemudian, Rasulullah saw. berkata: Ikh, ikh agar beliau bisa membonceng saya di belakangnya, tetapi saya merasa malu..

Ikh, ikh maksudnya, beliau ingin merundukkan untanya (supaya bisa dinaiki Asma’ di belakangnya).

Karena itu, jika bagian punggung kendaraan tersebut memang siap untuk dinaiki dua orang, tanpa harus bersentuhan satu sama lain, sementara rute perjalanannya bukan di kawasan sepi (terpencil), maka hal itu boleh (mubah).
Tetapi, jika tidak (memenuhi dua syarat tersebut), maka tidak boleh (haram). maka bisa ditarik kesimpulan, bahwa naiknya wanita di ojek, dibelakang lelaki (bukan mahram) yang tidak ada sesuatu yang bisa memisahkan tempat duduknya, dalam konteks seperti ini hukumnya tidak boleh (haram). Namun, kalau orang-orang itu ingin membonceng di belakangnya, hendaknya membonceng kaum pria saja, atau membawa kaum wanita tersebut dengan mengendarai kendaraan (seperti motor tossa yang di belakangnya ada gerobak pengangkut, atau becak Aceh), sementara pria pengendaranya membawa mereka. Bukan dengan wanita tersebut naik di belakangnya (ojek), dan memegangi (tubuh pengemudi)-nya, maka ini hukumnya tidak boleh (haram).

***************

Yup..tantangan bagi muslimah sekarang ini. Disaat harus berjuang menjaga keistiqomahan dalam diri dalam menegakkan Islam secara kaffah tidak mudah. Tapi, memudah2kan segala sesuatu dengan alasan "darurat", khawatir akan membuka kehancuran dan menjadi "biasa", samar dan akhirnya tidak membekas sama sekali.

Solusinya..belajar berkendara sendiri atau usaha cari ojek perempuan atau bareng teman ikutan bonceng..hehe (pengalaman..). Alhamdulillah nya, teman2 seperjuangan ana sangat2 baik menawarkan diri untuk bareng atau jemput (jarang2 ada ojek yang cari penumpang) karena mungkin mereka tau, mereka suka jika mereka masih bermanfaat, semoga amal mereka diterima oleh Allah. Amiin

Jadi...Husnudzhon ana, jika ada akhwat / ummahat yang masih naik ojek..mungkin ia sedang dalam keadaan darurat. Semoga darurat itu tidak sering melanda kita, sehingga kita menjadi pengguna darurat langganan dan semoga kita tidak dalam kondisi darurat yang harus menggunakan jasa ojek.


Wallahu'alam bishawab..



Read More......

Monday, February 7, 2011

Berbohong Ternyata Membahayakan Kesehatan

Mereka yang dalam posisi menyembunyikan sesuatu menempatkan dirinya dalam bahaya. Rasa bersalah hanyalah awal. Seiring dengan rasa bersalah, mereka yang berbohong, menghilangkan kebenaran atau menyimpan rahasia berisiko terhadap beberapa komplikasi kesehatan.


“Sebagai permulaan, berbohong melepaskan hormon stres. Peningkatan hormon ini menyebabkan denyut jantung dan pernapasan meningkat, pencernaan melambat, dan hipersensitif pada serat otot dan saraf," kata MD Saundra Dalton-Smith, penulis Set Free to Live Free: Breaking Through the 7 Lies Women Tell Themselves.

Efeknya mungkin tidak serius, tapi seiring waktu, berbohong dapat menyebabkan kondisi, seperti penyakit jantung koroner, stroke, kanker, diabetes, dan gagal jantung. Mengapa?

“Tekanan darah meningkat dalam hati ketika Anda berbohong. Inilah yang dapat mengancam hidup Anda dalam jangka waktu lama," kata Dr Smith, seperti dikutip dari Bettyconfidential.

Sebagai informasi, kaitan antara tekanan darah dan berbohong seperti ditunjukkan alat pendeteksi kebohongan. Polygram atau lie detector bisa akurat menguji kebohongan karena alat ini mengukur tekanan darah seseorang.

Mungkin berbohong tidak secara cepat membuat Anda terserang stroke, tapi ada bukti bahwa semakin Anda berbohong, semakin mudah Anda mendapatkan bencana.

Menurut hasil penelitian pada November 2010 oleh Departemen Psikologi Universitas Ghent di Belgia dan telah dipublikasikan jurnal Consciousness and Cognition, "Sering berkata jujur membuat seseorang sulit berbohong, dan sering berbohong membuat seseorang lebih mudah berbohong."

“Dengan kata lain, Anda menuai apa yang Anda tabur. Semakin sering Anda berbohong maka semakin mudah Anda melakukannya, begitupun sebaliknya," kata Dr Smith.

Mereka yang kerap berbohong atau menyimpan rahasia besar selama bertahun-tahun mungkin tidak merasakan gangguan apapun. Namun dari waktu ke waktu, mereka secara signifikan lebih berisiko pada kondisi kesehatan yang buruk.

Ternyata, berbohong tidak hanya menyakiti hati seseorang secara, tapi juga tubuh Anda.

"Daripada terjebak dalam lingkaran setan kebohongan seperti dalam film The Dilemma, jalan terbaik adalah jujur secara konsisten," saran Dr Smith.



Sumber: http://www.voa-islam.com/muslimah/health/2011/01/27/12989/berbohong-ternyata-membahayakan-kesehatan/

Read More......

Thursday, January 13, 2011

Tidur ..terakhir..??

Peristiwa malam tahun baru ala "masehi" lalu..menjadi, pelajaran berharga bagi diri ana. Bukan suka cita gemerlapnya pesta yang menghambur2kan uang, foya-foya dengan keceriaan semu, atau sekedar bakar2an..bukan..!
Sungguh, malam itu serasa dekat dengan namanya kematian, entah kenapa tidur yang tadinya terlelap, terbangun tiba2 seiring dentuman kembang api, petasan yang mewarnai gelap dan sunyinya malam itu. Hu..Hu..tapi, tidak bagi diri ini.
Entah kenapa...tiba2 pula...dada ini serasa sesak, sulit untuk bernafas, berusaha berjalan dan meminum segelas air, bahkan beberapa gelas..dengan harapan, segera sadar dari kelinglungan yang ..aah, aneh. Ada sekitar 1 jam sudah, oksigen di kepala mungkin berkurang, antara sadar dan tidak, berusaha membangunkan suami yang kala itu sedang tertidur pulas.Kasihan, tapi...beliau tetap menyarankan disela tidurnya, mengingatkan banyak berdzikir saat itu. Ya..! mungkin begitu. Ya Allah..ada apa dengan ana saat itu..??? kenapa, bayangan2 kehidupan membayang dipelupuk mata, dosa2 bergantungan nyata,tapi..takut luar biasa..apakah inilah saatnya...?? Belum ya Allah..hamba belum siap..Menangis yang tertahan, karena serasa sulit. Sekuat tenaga, berusaha mengambil air wudhu dan langsung sholat Qiyamul Lail saat itu..hmm..alarm yang diset jam 03.00 malam itu, tak ana gubris, yang jelas..saat itu..harus..harus, berkomunikasi dengan sang Pencipta..Allah Subhanahu Wa Ta'ala..Mumpung diri ini masih mengingat-Nya.Mengadu dengan dada yang masih sesak, berharap..jika memang malam itu terakhir, hamba ingin saat itu sedang dekat dengan-Mu ..ya Rabb...
Entahlah...selesai dari bermunajat kepada Allah, dada ini perlahan plong..lega berangsur2 pulih..dan akhirnya...terlelap...alhamdulillah..dan masih diberi kesempatan, hingga ana bisa mencurahkan tulisan ini.


Yup..sedikit kisah pengalaman pribadi saja, menginspirasi untuk segera mencari tahu, bagaimana sebenarnya tidur yang disyari'atkan itu. Mungkin, banyak kita dengar..tidur yang menjadi terakhir tidur seseorang. Baiklah, berikut ana jabarkan tulisan mengenai TIDUR yang sesuai tuntunan Rasulullah.

Tidur yang terakhir?

Kematian memang tidak mengenal waktu, tempat,dan siapa dia. Kapanpun bisa terjadi, dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya.Karenanya, seorang hamba yang beriman senantiasa selalu siap menghadapi kematian itu dengan berbekal iman dan ketaqwaan serta ketaatan. Rahasia kematian seseorang menjadi ilmu kerahasiaan dari Allah yang kita harus yakin dan percaya, memang benar adanya. Sesuai dengan firman Allah dalam QS Lukman :34 yang berbunyi,

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Besar manfaat dari mengingat kematian diantaranya,menyadarkan kembali orang yang lalai, menghidupkan kembali hati yang sakit, dan membuat seseorang zuhud dari dunia serta tidak rakus dan tamak terhadapnya, sudah diperingatkan oleh Rasulullah dalam haditsnya,

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اَللَّذَّاتِ: اَلْمَوْتِ

"Perbanyaklah mengingat sesuatu yang menghilangkan kenikmatan, yaitu kematian." (HR. At-Tirmidzi no. 2307; an Nasai 4/4; dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban).

Nah..tidur itu bisa sangat dekat dengan kematian, tanpa kita sadari umumnya.Ada hubungan yang sangat dekat antara tidur dengan kematian itu, karena dalam tidur itu, hilang akal dan segala gerakan normal kita seperti mati.

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَى أَجَلٌ مُسَمًّى ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

"Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur (mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan." (QS. Al An'am: 60).

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

"Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir." (QS. Al-Zumar: 42)

Gangguan Tidur yang Bisa Menyebabkan Kematian

Dalam dunia medis dikenal istilah Sleep Apnea atau henti napas sejenak saat tidur akibat terganggunya saluran pernapasan. Dan ternyata kejadian ini bisa berakibat fatal, yakni kematian akibat berkurangnya oksigen pada tubuh, seperti dikutip dari laman Methode of Health.

Penelitian terkini menunjukkan sleep apnea meningkatkan risiko kematian dini pada orang dewasa dan manula. Hal ini terjadi karena penderita sleep apnea mengalami gangguan sumbatan pernapasan saat tidur hingga bisa terjadi henti napas. Gejala ganggun ini yang paling mudah dikenali adalah tidur mendengkur.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan Dr.Naresh Punjabi, dari John Hopkins University School of Medicine, Baltimore, AS, gangguan tidur ini meningkatkan risiko kematian hingga 40 persen. Sleep apnea menyebabkan jumlah oksigen yang beredar dalam tubuh berkurang sehingga jantung bekerja lebih keras. Hal ini jika berlangsung berkepanjangan bisa memicu serangan jantung atau stroke.

Dalam melakukan penelitiannya, tim yang dipimpin dokter Punjabi ini meneliti pada lebih dari 6.400 pria dan wanita berusia 40-70 tahun yang menderita sleep apnea, mulai dari ringan hingga berat. Pria berusia dewasa yang menderita sleep apnea utamanya meninggal karena penyakit kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular juga dikenal sebagai penyakit jantung dan peredaran darah, yang mencakup semua penyakit yang mempengaruhi jantung dan sirkulasi. Ini mencakup kondisi seperti penyakit jantung koroner (angina dan serangan jantung), dan stroke.

Adab2 tidur sesuai syar'i

Hmm..dasyat memang, ternyata dalam tidur pun..kita tidak boleh menyepelekan hal2 yang memang sudah diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. apalagi seorang muslimah, yang banyak mengeluarkan energi dan menjadikan tidur ladang istirahat baginya dan berharap bisa melakukan ibadah kepada Allah sepenuhnya.

Ada beberapa tuntunan yang ana ambil dari beberapa referensi, sekaligus sebagai pembelajaran bagi diri ana tentunya dan mungkin bagi pembaca sekalian.

1.Tidak tidur terlalu malam setelah sholat isya kecuali dalam keadaan darurat seperti untuk mengulang (muroja’ah) ilmu atau adanya tamu atau menemani keluarga, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Barzah rodhiyallahu ‘anhu:

“Bahwasanya Rosululloh sholallahu ‘allaihi wassalam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” [Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235)]

2.Berwudhu
Dari sabahat al-Bara' bin Azib radliyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda kepadanya;

إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ

"Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan shalat." (HR. Bukahri dan Muslim serta yang lainnya).

Faidah berwudhu sebelum tidur:

Dalam menjelaskan faidah dari perintah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ini, Al-Hafidz Ibnul Hajar menyebutkan hikmahnya, di antaranya yaitu: Agar dia tidur pada malam itu dalam keadaan suci supaya ketika kematian menjemputnya dia dalam keadaan yang sempurna. Dari sini diambil kesimpulan dianjurkannya untuk bersiap diri untuk menghadapi kematian dengan menjaga kebersihan (kesucian) hati karena kesucian hati jauh lebih penting daripada kesucian badan.

3. Berdo'a sebelum tidur

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

Bismikallaahumma Amuutu wa Ahyaa

Artinya:
"Dengan nama-Mu, Ya Allah, aku mati dan hidup." (HR. Bukhari)

Atau

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ

Bismikallaahuma Ahyaa wa Bismika Amuutu

Artinya:
"Dengan menyebut nama-Mu, Ya Allah, aku hidup dan dengan menyebut Nama-Mu aku mati." (HR. Muslim)

Atau

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

Allaahumma innii aslamtu nafsii ilaika, wa fawadltu amrii ilaika, wa alja-tu dhahrii ilaika ragbatan wa rahbatan ilaika, laa malja-a wa laa manjaa minka illaa ilaika, aamantu bikitaabika alladzii anzalta wa binabiyyika alladzi arsalta

"Ya Allah, sesungguhnya aku menyerahkan diriku kepada-Mu, dan aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan urusanku kepada-Mu (agar Engkau menolongku), dengan penuh harap dan takut pada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan tempat berlari dari azabMu, kecuali hanya kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan dan aku beriman kepada Nabi-Mu yang Engkau utus." (HR. Bukhari dan Muslim dengan lafadz milik Muslim).

Bisa juga menjelang tidur, kita sisipkan do'a2 dari ayat2 Alqur'an seperti:
a) Membaca ayat kursi.
b) Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh.
c) Mengatupkan dua telapak tangan lalu ditiup dan dibacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas kemudian dengan dua telapak tangan mengusap dua bagian tubuh yang dapat dijangkau dengannya dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan, hal ini diulangi sebanyak 3 kali (HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari XI/277 No. 4439, 5016 (cet. Daar Abi Hayan) Muslim No. 2192, Abu Dawud No. 3902, At-Tirmidzi)
Kemudian diakhiri oleh bacaan do'a tidur diatas.

4. Jangan lupa perhatikan posisi tidur yang disunnahkan

tidur sambil miring ke kanan, tidak tidur sambil tengkurap.

Diriwayatkan oleh al-Hakim dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu, Pernah suatu hari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melewati seseorang yang tidur tengkurap di atas perutnya, lalu beliau menendangnya dengan kakinya seraya bersabda,

إنها ضجعة لا يحبها الله عز وجل

"Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang tidak disukai Allah Azza Wa Jalla." (HR. Ahmad dan Al-Hakim. Beliau menyatakan bahwa sanadnya shahih sesuai syarat muslim hanya saja Imam Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkanya).

5.Adab2 yang lainnya

a.Disunnahkan apabila hendak membalikkan tubuh (dari satu sisi ke sisi yang lain) ketika tidur malam untuk mengucapkan doa:

لا إ له إ لاالله الواحدالقهاررب السماوات واﻷرض ومابينهماالعز يزالغفار

“laa ilaha illallahu waahidulqahhaaru rabbussamaawaati wal ardhi wa maa baynahumaa ‘aziizulghaffaru.”

“Tidak ada Illah yang berhak diibadahi kecuali Alloh yang Maha Esa, Maha Perkasa, Rabb yang menguasai langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun.” (HR. Al-Hakim I/540 disepakati dan dishohihkan oleh Imam adz-Dzahabi)

b.Apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau merasa kesepian maka dianjurkan sekali baginya untuk berdoa sebagai berikut:

أعوذ بكلمات الله التامات من غضبه و شرعباده ومن همزات الشيا طين وأن يحضرون

“a’udzu bikalimaatillahi attammati min ghadhabihi wa ‘iqaabihi wa syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisysyayaathiin wa ayyahdhuruun.”

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaitan dan dari kedatangan mereka kepadaku.” (HR. Abu Dawud No. 3893, At-Tirmidzi No. 3528 dan lainnya)

c.Memakai celak mata ketika hendak tidur, berdasarkan hadits Ibnu Umar: “Bahwasanya Rosululloh sholallahu ‘alaihi wassalam senantiasa memakai celak dengan batu celak setiap malam sebelum beliau hendak tidur malam, beliau sholallahu ‘alaihi wassalam memakai celak pada kedua matanya sebanyak 3 kali goresan.” (HR. Ibnu Majah No. 3497)

d.Hendaknya mengibaskan tempat tidur (membersihkan tempat tidur dari kotoran) ketika hendak tidur. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam: “Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Al Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, At-Tirmidzi No. 3401 dan Abu Dawud No. 5050)

e.Hendaknya menyucikan hati dari setiap dengki yang (mungkin timbul) pada saudaranya sesama muslim dan membersihkan dada dari kemarahannya kepada manusia lainnya.

f.Hendaknya senantiasa menghisab (mengevaluasi) diri dan melihat (merenungkan) kembali amalan-amalan dan perkataan-perkataan yang pernah diucapkan.

g.Hendaknya segera bertaubat dari seluruh dosa yang dilakukan dan memohon ampun kepada Alloh dari setiap dosa yang dilakukan pada hari itu.

Terakhir..

jika bangun dari tidur, ucapkan do'a sebagai berikut:

الحمد لله الذي أحيانابعدماأماتناوإليه النشور

“Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba’damaa amaatanaa wa ilayhinnusyuur.”

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan.” (HR. Al-Bukhari No. 6312 dan Muslim No. 2711).

Subhanallah....alangkah indahnya jika kita bisa menerapkan disetiap jelang tidur kita yaa..
Kita tidak tahu, tidur malam ini apakah berlanjut hidup atau bahkan langsung kedalam kematian sesungguhnya..wallahu'alam.

SEMOGA BISA MENGAMBIL IBROH DARI TULISAN DIATAS.

Sumber:
http://www.voa-islam.com/islamia/tsaqofah/2011/01/13/12764/kita-bisa-meningal-saat-tidur-berdoa-dan-berwudhulah-sebelum/
http://www.voa-islam.com/muslimah/health/2009/07/07/153/tidur-cantik-sesuai-tuntunan-rasulullah/



Read More......

Saturday, December 25, 2010

Menghindari Karakter Buruk

By: UmmuZaidTaqy

Bismillahirrahmaanirrahiim...


Dengan senantiasa mengingat Allah di setiap detik, menit, jam2 yang terus bergulir tanpa terasa. Begitu pula saat ini, MENUNGGU..menunggu jadi bahan inspirasi ana untuk mencoba menulis kembali.
Saat yang tidak mau tersia-siakan, berusaha memanfaatkan detik2 yang berlalu..Hmm..usia...cepat sekali kau pergi..


Ya Rabbi..semoga bisa bermanfaat bagi semua.



Berbagai fenomena kehidupan yang tentunya banyak dialami oleh sebagian orang. Termasuk diri ana pribadi. Kehidupan ini banyak warna, karakter..Yaa, Karakter. Dari sabang sampai merauke..dari tanah abang sampai rawa bangke..halagh ,, yang jelas, banyak karakter manusia pokoknya di belahan dunia ini. Perbedaan demi perbedaan bisa saja terjadi, karena beda bangsa, ras, suku, agama,usia, lingkungan, komunitas, bahkan obsesi atau keinginan yang memicu perbedaan. Jika kita berbicara masalah sifat seorang individu, ada yang ramah, ada yang cuek; ada yang sopan, disisi lain ada yang sombong;ada yang baik ada yang buruk. Nah..pandangan baik atau buruk yang disematkan kedalam pribadi masing2 jiwa itu..bisa juga berbeda, berbeda sisi pemahaman.Wah..so complex yaa..


Dapat membaur ditengah keragaman, bukan suatu yang mudah. butuh proses dan juga pengertian dan pemahaman jiwa dan logika kedewasaan sikap. Tentu idealnya..mau dunk diterima tanpa embel2 keterpaksaan...
Nah..karena itulah, normalnya manusia tuh, inginnya menerima segala sesuatu yang baik-baik,karakter yang baik dan sangat-sangat sulit menerima sesuatu karakter buruk.Sunnatullah..
Tapiii..di lingkungan sosial, menerima perilaku negatif seseorang tuh luaaar biasa sulit. Butuh ekstra sabar dan nerimo dari kita. Masih bagus lah jika hanya menarik nafas, dan mengelus-elus dada..sabar..sabar..fhuuiih....
Membaca pengamatan seseorang, banyak dijumpai karakter2 negatif di lingkungan sosial kita seperti berkata kasar dan sinis, sumpah serapah,iri dengki, sombong,dan ada pula yg tidak sportif.

Naluri terdalam seseorang yang normal, tentunya ga suka dunk dengan perlakuan negatif dari orang yang tertuju buat diri kita. O..Ow..
Tapi..
Stop dulu deh berbicara diri orang lain. Bisa jadi loh, diri kita sendiri yang memiliki karakter2 negatif itu.Kadang, di luar ucapan dan hati terdalam kita, membenci karakter negatif yang ada di orang, namun ga sadar(biasanya).. jika, ternyata kita seperti berkaca atau bercermin , karakter itu ada di diri kita satu, dua, tiga, atau dalam jumlah yang lebih yang kita tidak menyangka. Sebelum berkomentar tentang perilaku orang, betapa kita tidak nyamannya dengan sikap negatif orang, tanyalah dulu, ada tidak karakter negatif itu di diri kita??
Mengetahui lebih dulu lebih baik daripada sudah membuat tidak nyaman orang lain atas sikap kita. Instropeksi..sepertinya lebih tepat untuk kita mengakui dan mengobati penyakit hati kita.

Jika kita sudah tahu ada penyakit hati kita yang terealisasi dalam perbuatan kita. Terima saja dulu dengan pasrah, sadar, sabar dan tidak "gengsi" mau mengobatinya.
Lalu..bagaimana cara mengobatinya yaa..???
Jiwa yang "sakit" tidak serta merta instant sembuh.Dibutuhkan keimanan dan kedewasaan, berharap penuh dari Allah kita bisa mengatasinya.Jiwa yang sakit,mesti ditelusuri dulu darimana asal muasalnya, apakah dari kekecewaan..?? kesedihan yang berkepanjangan..?? amarah..?? dendam..?? tidak menerima kenyataan diri..??.Karena karakter-karakter tersebut, bisa dengan mudah merubah perilaku atau karakter baik menjadi karakter yang terburuk.Innalillah...

Sepertinya keimanan dan keilmuan dalam mendalami Islam,juga sangat berperan disini. Jiwa yang sedang sakit, memang membutuhkan sebuah advise untuk bisa memotivasi diri untuk pulih. Tidak bisa orang lain atau pihak lain yang berperan gencar dalam proses penyembuhan tadi, tapi harus diri kita sendiri. Berfikir cerdas, dan tidak perlu gengsi dan egois dengan tetap berlindung dibalik karakter buruk kita. Hey..kita hidup berdampingan dengan orang lain, bukan hidup sendiri. Kehidupan sosial kita tidak terlepas dari lingkungan. Akankah mereka kan nyaman, dengan keukeuhnya kita atas karakter buruk kita, tentunya tidak khan?? Coba renungi, jika ada orang yang berkarakter buruk pada kita, akankah kita nyaman??

Banyak bersyukur, mencari kelebihan kita namun bukan untuk kesombongan, berfikir positif atas tindakan orang, terus mengasah diri dengan keilmuan, melihat sekitar bahwa masih ada orang yang mempunyai kekurangan dibanding kita, berusaha ikhlas atas sikap orang lain kepada kita, hilangkan prasangka2 negatif atas reaksi orang. Tersenyum mungkin bisa mengobati sedikit demi sedikit rasa sakit itu.Bismillah..dengan hati yang selalu lapang,perlahan karakter buruk itu akan sirna.

Nah..itu dari sisi intern kita, lalu..bagaimana jika di pihak yang mendapatkan perilaku buruk orang.

Waah..wah,,ini dia yang butuh energi lebih, menghadapi orang yang selalu berprasangka buruk, iri, dengki, tidak suka akan kebaikan orang, tidak ada satupun dari kita yang bisa membahagiakan dia, tidak ada satupun yang menarik dari kita,benci dan dendam pada kita apalagi jika kita membantunya dan lain-lain.

Padahal, ana yakin..setiap diri itu fitrahnya baik, tidak mungkin lah..dia berbuat itu jika tidak ada faktor pemicunya. Lalu..akankah terus, melakukan keburukan sepanjang hidup yang singkat. Useless..sia-sia..!! terus sibuk mengurusi orang, padahal waktu terus bergulir meninggalkan kita. mencari berbagai cara, dengan dalih untuk penyembuhan diri, tapi terus bersikap buruk pula ke orang lain. Na'udzubillah.

“Bila kamu memperoleh kebaikan, maka hal itu menyedihkan mereka, dan kalau kamu ditimpa kesusahan maka mereka girang karenanya.” (QS. Ali Imran: 120)
“Apakah mereka dengki kepada manusia lantaran karunia yang Allah berikan kepadanya?” (QS. An Nisaa’: 54)

Sebagai manusia biasa yang awam dan dhoif, tentunya masih terbesit untuk melawan keburukan2 yang ada. Tapi, bila kita yakin Allah masih ada Allah yang senantiasa melihat kita dari setiap detail tingkah laku kita. Kesombongan jangan dibalas dengan kesombongan,kejahatan fisik atau sekedar kata2 yang kasar sekalipun, jangan dibalas hal serupa. Berilah tausiyah yang seperlunya, atau lebih baik "diam" dan terus berharap ada perubahan yang signifikan. Ingat yaaa..do'anya pun harus tulus, jangan pernah ada terbesit sedikitpun keterpaksaan.

Tapi, terkadang...sangat sulit memberi nasehat kepada orang yang sudah terjangkit penyakit hati tadi. Belum tentu loh..dia itu orang yang kadar amalnya dibawah kita, belum tentu juga ia dari golongan rendahan, yang namanya penyakit hati bisa terjangkit dari kalangan manapun, dari orang terdekat, kerabat, teman sejawat, atau sekomunitas.

Karena itu, diberi atau tidak, didiamkan atau ambil tindakan tidak ada yang benar. Hmm..jadi teringat, kisah berikut..pas sekali, momennya, ustadz bercerita ini.


Pada suatu hari luqman bersama anaknya pergi ke pasar, dia berdua dengan anaknya mengendarai seekor khimar, namanya juga jalan menuju pasar tentunya ramai dan sering ketemu orang-orang baik yang berangkat maupun pergi ke pasar, anda tentunya tahu kalau khimar itu kecil daripada kuda, dan agak menghawatirkan jika dinaiki dua orang, seandainya anda bisa kembali kezaman luqman mungkin anda akan setuju dengan orang-orang yang saat itu bertemu dengan lukman dan anaknya yang mengendarai satu khimar, mereka bilang " weh-weh-weh orang ini nggak punya perasaan terhadap hewan, khimar kok dinaiki dua orang".

Mendengar celoteh orang yang dijumpai dalam perjalanannya, akhirnya luqman turun dari khimarnya dan membiarkan anaknya duduk diatas khimar sementara sang ayah memegang kendali sambil berjalan kaki, menurut anda, jika anda bertemu dengan hal semacam ini, apakah anda akan membenarkan ataukah anda akan bersikap seperti orang-orang yang menemui luqman dan anaknya pada kali keduanya, mereka berkata : "waduh-waduh, benar-benar tidak sopan anak ini, dia naik khimar santai sedangkan ayahnya menuntun sambil berjalan kaki".

Luqman juga manusia, mendengar kata seperti itu tentunya, perasaannya tergugah untuk bersikap yang benar terhadap kendaraan yang satu itu, kemudian luqman naik khimar dan anaknya yang memegang kendali sambil berjalan kaki, dangan harapan orang tidak lagi menganggap anaknya tidak punya sopan santun terhadap orang tuanya. Setujukah anda dengan sikap luqman yang ketiga ini? Ataukah anda akan mendukung orang-orang yang bertemu mereka kali ketiga dan berkata : "Loh-loh-loh, kok ada orang tua yang naik khimar dan anaknya disuruh menuntun khimar, dimana pikirannya".

Serentak luqman meloncat turun dan memutuskan untuk sama-sama berjalan kaki bersama anaknya dan membiarkan khimar tidak dinaiki siapa-siapa, sebab setiap ketemu orang selalu saja salah dalam mengambil keputusan, akhirnya mereka berdua berjalan kaki dan menuntun khimarnya, kira-kira apakah anda mendukung keputusan yang diambil luqman tersebut? Sebab jika dua orang naik satu khimar orang akan bilang tidak punya rasa terhadap hewan, jika anaknya yang menaiki dan ayahnya menuntun khimar, orang akan menganggap anak tak punya akhlaq, jika sang ayah yang menaiki dan anaknya menuntun khimar, orang akan bilang ayah tak sayang anak, bagaimana apakah anda setuju dengan keputusan tersebut?

Luqman akhirnya ketemu dengan orang-orang pada kali keempat, sambil berkata : "ha ha ha, orang ini bagaimana? Ada kendaraan(khimar) kok nggak dinaiki malahan milih jalan kaki, dan khimarnya dituntun". Mendengar hal tersebut kemudian luqman dan anaknya berhenti dan mengambil keputusan terakhir, bahwa apapun yang kita putuskan akan mengandung resiko, bahkan ketika kita diam disini pun nanti orang akan bilang "ngapain dua orang dan seekor khimar diam disini".

Sekarang sudah jelas, bahwa lakukanlah apa yang kau putuskan dan semua itu punya resiko, jangan terlalu takut dengan kritikan orang, sebab apapun yang anda putuskan tetap saja orang lain akan mengkritik bahkan anda diam pun akan di kritik, lakukanlah yang terbaik dengan resiko yang paling kecil, mari menulis sebaik yang kita bisa, biar orang-orang itu tidak berkata : "dasar khimar! Bisanya cuman diam saja".



Hmm..bagus sekali..dalaaam benar penggambaran kisah tadi :P

Jadi, tidak perlu gusar, resah, apalagi kesal jika dipertemukan dengan karakter buruk orang ke kita. Ujung2nya malah jadi sakit hati, dan bisa saja kita jadi ikut melakukan hal yang sama dengannya, jangan terpancing emosi kita tetap jernihkan pikiran, jangan membalas atau melabrak,jangan menjelek-jelekkan,berbaik sangka, dan yang paling penting berusaha maafkan dan memahami mereka. Bisa..???

Membaca syair berikut, moga menambah deret keyakinan kita agar bisa menghindar dari karakter buruk..


Sesungguhnya orang-orang yang mulia lagi terhormat.. PASTI engkau jumpai banyak yang dengki kepada mereka. 
Dan engkau pasti tidak akan menjumpai orang-orang yang tercela ada yang dengki kepada mereka...

Sesungguhnya Anda tidak akan dapat mengekang mulut manusia untuk tidak menebar kebohongan tentang kehormatan Anda,


tetapi.. Anda mampu berbuat kebaikan dan menghindari ucapan dan kritikan mereka.
Selanjutnya terus mendo'akannya, semoga ada kekuatan Allah mengakhiri penyakit2 yang ada di diri kita semua.


Ya Allah..jauhkan hati ini dari sikap sedemikian..Lindungi selalu yaa Rabbi..Lindungilah dari peran dominan syaithon yang selalu mengganggu yang selalu berusaha menjerumuskan kita ke perilaku2 yang buruk...dan semoga selalu istiqomah berbuat kebaikan dimanapun berada.

Amiin..amin yaa Rabbal 'alamin.

Read More......

Wednesday, December 22, 2010

"My Mother"



Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Datang seseorang kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kpd siapakah aku hrs berbakti pertama kali ?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi ?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’ Ia berta lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’, Orang tersebut berta kembali, ‘Kemudian siapa lagi, ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Bapakmu’ “[Hadits Riwayat Bukhari (AL-Ftah 10/401) No. 5971, Muslim 2548]




Who should I give my love to my respect and my honour to
Who should pay good mind to after Allah
And rasulullah,

Comes your mother
Who next?
Your mother
Who next?
Your mother
And then your father [lyric continue…]

Coz who used hold you and clean you and cloth you
Who used feed you and always be with you
When you were sick stay up all night holding you tight
That’s right no other
My mother

Who should I take good care of giving all my love
Who should I think the must of after Allah
And rasulullah
Comes your mother
Who next?
Your mother
Who next?
Your mother
And then your father

Coz who used hear you before you could talk
Who used to hold you before you could walk
And when you fell who’d pick you up clean your cuts
No one but your mother
My mother

Who should I stay right close too listen most too
Never say no to after Allah
And rasoolilallah
Comes your mother
Who next?
Your mother
Who next?
Your mother
And then your father

Coz who used to hug you and buy you new clothes
Comb your hair and blow your nose
And when you cry who’d wipe your tears knows your fears
Whoooo really cares
My mother

Say allhamdulilah thank you Allah
Thank you Allah for my mother

Read More......