BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS
create your own banner at mybannermaker.com!

Thursday, August 5, 2010

Marhaban Yaa Ramadhan



Read More......

Marhaban Yaa Ramadhan



Read More......

Wednesday, August 4, 2010

Marhaban Yaa Ramadhan


Read More......

Apakah Anda Ingin Menjadi Istri yang Selalu Dicintai Suami??

Kebanyakan istri beranggapan bahwa mereka berhak atas cinta suaminya, anggapan ini tidak
sepenuhnya salah, karena memang salah satu pilar tegaknya sebuah rumah tangga bahagia adalah
adanya mawaddah (cinta) antara suami istri. Tetapi, patut direnungkan, bahwa cinta tidak datang
dengan sendirinya, dan ketika ia hadir tidak ada yang bisa menjamin ia akan menetap selamanya.

Ini artinya adalah bahwa cinta memerlukan usaha! Jika ingin suami selalu mencintai anda, maka
sebaiknya anda jangan hanya berkata “Loh! Dia kan suami saya, otomatis dia mencintai saya dong! Kalau tidak ngapain dia memilih saya menjadi istrinya.”

Bahwa suami mencintai anda karena anda adalah istrinya, memang betul tetapi apakah anda yakin cintanya selalu ada dan terus ada selamanya? Banyak perempuan tidak yakin setelah menjalani kehidupan rumah tangganya sekian tahun, apakah suaminya masih mencintai dirinya seperti dulu?

Untuk itu berhentilah untuk bersikap pragmatis, berusahalah agar suami anda selalu cinta, bahkan dari hari ke hari semakin bertambah cintanya kepada anda.

Sebelum membicarakan cara membuat suami selalu cinta,ada satu hal yang menjadi inti persoalan dan tidak boleh dilupakan, yaitu cinta adalah anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-hambanya, dan inilah yang disebut dengan cinta yang hakiki atau cinta sejati. Allah lah pemilik cinta dan Allah lah yang menjadikan cinta di antara suami istri. “Dan di antara ayat-ayatnya adalah diciptakanNya untuk mu istri-istri dari jenismu sendiri, agar kamu merasa
tentram kepadanya, dan dijadikannya diantaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar-Ruum: 21)

Oleh karena itu, seorang istri yang selalu ingin dicintai suaminya, hendaknya menyadari bahwa
jurus yang paling efektif untuk meraih itu semua adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah
SWT, dengan cara berusaha sekuat tenaga menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dengan kata lain berusaha menjadi muslimah yang shalihah. Harm bin Hayyan seorang ulama di masa Khalifah Umar bin Khattab ra berkata, “Tiada seorang hamba yang mendekatkan dirinya kepada Allah SWT, melainkan Allah SWT akan mendekatkan hati orang-orang mukmin kepadanya, dan istri yang senantiasa mendekatkan dirinya kepada Allah SWT, maka Allah akan mendekatkan hati suaminya kepadanya, sampai ia mendapatkan cintanya.”

ENAM SARAN AGAR SUAMI SELALU CINTA:

1. Berusaha dengan tulus dan ikhlas menyerahkan hidupnya untuk berbakti kepada suami sambil berharap pahala Allah SWT, meskipun sang istri sibuk di luar rumah tapi ia tidak terlena dan lupa bahwa ia memiliki peluang meraih syurga Allah dengan berbakti kepada suami. “Apabila seorang perempuan menunaikan sholat,puasa, memelihara kemaluannya dan berbakti, mentaati suaminya, maka ia akan masuk syurga.” (HR Al-Bazzar).
Istri seperti ini memiliki nilai yang tinggi di mata suaminya dan akan selalu dicintai suaminya.

2. Berusaha menjadi perempuan yang bersahaja dalam nafkah, artinya tidak banyak menuntut,
menerima dengan rasa syukur betapa pun sedikitnya pemberian suami, dan tidak boleh berlebihan dalam membelanjakan nafkah yang diberikan oleh suami. Bila anda sanggup selalu bersikap seperti ini maka cinta suami akan selalu tercurah pada anda.

3. Sederhana dalam penampilan, karena dari hasil penelitian umumnya laki-laki tidak menyukai
perempuan yang berpenampilan seronok dengan wajah penuh riasan tebal, sebaliknya kesederhanaan lebih menarik bagi mereka, sebab menurut mereka lebih memancarkan kecantikan perempuan. Tetapi ini bersifat relatif,sebaiknya kenali dulu kecenderungan suami anda, apakah suami anda menyukai penampilan yang wah atau yang sederhana. “Sebaik-baiknya perempuan adalah yang menyenangkanmu bila engkau memandangnya, mentaatimu bila engkau perintahkan dan menjaga dirinya dan hartamu bila engkau tidak di rumah.” (HR Thabrani)

4. Berusaha untuk selalu sabar dan tidak menyakiti hati suami. Perbedaan pendapat dan
perselisihan antara suami istri terkadang dapat memicu terjadinya pertengkaran kecil atau besar. Bila anda menghadapi keadaan ini, maka ingatlah bahwa anda sedang berhadapan dengan dengan seseorang yang Allah berikan yang sangat besar atas diri anda. “Seorang perempuan belum dianggap menunaikan hak Tuhannya sehingga ia menunaikan hak suaminya.” (HR Ibnu Majah). Untuk itu apapun yang bergejolak di hati anda maka berusaha untuk tetap sabar agar tidak menyakiti hati suami anda.

5. Dapat mendampingi suami baik dalam suka maupun duka. Apapun yang dialami suami anda, berusahalah untuk menjadi pendampingnya yang setia. Misalnya di saat suka menjadi pengingat agar suami tidak terlena,dan di saat duka menjadi pelipur lara.

6. Berusahalah menjadi partner yang menyenangkan dikamar tidur. Banyak perempuan yang masih merasa malu untuk bersikap agresif kepada suaminya sendiri. Hal ini disebabkan adanya anggapan perempuan yang agresif terkesan murahan dan tidak terhormat. Anggapan ini tidak berlaku bagi seorang istri yang agresif terhadap suaminya sendiri. Belajarlah cara dan teknik menyenangkan suami di tempat tidur dan anda akan mendapati suami selalu melimpahkan cintanya untuk anda.

Tulisan ini pernah dimuat di majalah Safina No. 10,
bulan Januari 2004 tahun I

Read More......

Berbagai Tabiat Istri Pemicu Perceraian



Saudariku kaum muslimah, tulisan ini saya tujukan kepada diri saya pribadi, putri-putriku dan saudari-saudariku kaum muslimah semoga selalu mendapatkan taufik dan rahmat dari Allah untuk senantiasa memiliki akhlak yang mulia dan terhindar dari akhlak buruk yang akan mengakibatkan kehancuran bagi kehidupan terutama kehidupan rumah tangga.
Wanita dalam sejarah memiliki pengaruh yang sangat dasyat bagi kehidupan, dunia hancur karena wanita begitu pula dunia jaya karena wanita, penguasa yang kuat dan tangguh tidak berkutik dihadapan wanita, seorang ‘alim bisa tersandung karena wanita.

Islam sangat menjaga harkat dan martabat seorang wanita, menempatkan wanita pada tempat yang sangat mulia oleh karena itu wanita harus bisa meraih kedudukkan mulia tersebut dengan akhlak mulia sebagaiman yang disyariatkan oleh Islam dan jauhilah akhlak buruk.


Akhlak buruk seorang wanita yang bisa merusak keharmonisan rumah tangga adalah tabiat buruk dan perangai tercela. Seorang wanita seharusnya memiliki sifat lemah lembut tutur katanya, sopan santun perangainya dan memiliki rasa cinta yang mendalam karena dia adalah sosok pendidik pertama dan utama bagi putra dan putrinya, jika seorang wanita memiliki tabiat buruk maka bagaimana dengan putra-putrinya dan kondisi rumah tangganya?


Di antara tabiat buruk dan perangai tercela pada diri wanita yang sering kali menjadi pemicu perceraian adalah sebagai berikut:
1. Bersikap acuh, lancang dan kasar terhadap suami, dan tidak memiliki pendirian serta tidak pernah merasa puas.
2. Bersikap manja dan selalu merengek bila mengajukan berbagai tuntutan diluar kebutuhan yang wajar dengan meniru gaya wanita lain.
3. Bersikap melawan dan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan suami. Dan menjadikan keinginan dirinya dan keluarganya diatas keinginan suami dan anak-anaknya.
4. Bersikap sombong dan congkak terhadap keluarga suami, bahkan terkadang mencaci tanpa alasan yang jelas.
5. Suka menyulut pertikaian dengan keluarga suami dengan berbagai tindakan dan kedustaan.
6. Tidak pandai memperhatikan keadaan suami. Apakah sedang santai, istirahat, atau terlalu capek. Tuntutan di saat yang tidak tepat hanya akan memperbesar masalah.
7. Suka menyakiti suami dengan sikap bakhil dan sembrono di hadapannya atau dihadapan orang lain. Selalu mengeluhkan kekurangan dan kesengsaraan, padahal rumahnya penuh dengan kenikmatan dan kemewahan.
8. Sering keluar rumah untuk berkunjung kepada teman atau tetangga dan jarang berada di rumah. Sehingga tugas dan pekerjaan rumah tidak terselesaikan begitu pula dengan anak-anaknya tidak terurus.
9. Kurang bersyukur dan tidak tahu balas budi, ia selalu mengganggap bahwa hidup, mulia dan bahagia bila telah dipenuhi tuntutannya. Jika tuntutannya tidak terpenuhi maka ia akan berontak dan memaki-maki serta merasa seperti orang yang bernasib malang dan sial. Nabi bersabda:
“Saya melihat Neraka yang tidak pernah aku lihat seperti hari ini, dan saya melihat penghuni terbanyak dari kalangan wanita. Mereka bertanya: Kenapa wahai Rasulullah? Beliau bersabda: Karena pengingkaran mereka. Beliau ditanya: Apakah karena ingkar kepada Allah? Beliau bersabda: Mereka membangkang dan mengingkari kebaikan suami. Jika engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka sepanjang tahun lalu ia melihat darimu sesuatu (yang tidak disukai) maka ia berkata “ saya belum pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (H.R Bukhari)
10. Sering membuat sang suami lalai dan patah semangat serta teledor terhadap hak-hak suami sementara sang suami membiarkan hingga mengetahui hakekat sebenarnya ternyata sang isteri semakin parah akhirnya thalakpun jatuh dan dia tidak tanggap kecuali setelah problem semakin kronis.
11. Suka menghina dan merendahkan sang suami baik dari sisi penampilan, pekerjaan, profesi atau ilmunya sehingga bersikap masa bodoh terhadap hak-hak suami bahkan untuk menangkal tuduhan buruk dari suami selalu menggunakan senjata utama yaitu pengajuan thalak. Dari Tsaubah berkata bahwasannya Rasulullah bersabda:
“Wanita mana saja yang meminta thalak kepada suaminya tanpa alasan maka haram baginya aroma surga.” (H.R Abu Daud dan Tirmidzi sementara beliau menghasankannya)
12. Lemah akal dan tenggelam dalam perasaan sehingga mudah terpengaruh ketika mendengar bisikan dari wanita lain yang mampu memperlakukan suaminya secara tidak wajar, maka boleh jadi seorang wanita datang kepada sang isteri seakan memberi nasehat dan penuh kasih sayang berkata kepadanya: Suamimu itu banyak kekurangannya dan dia sebetulnya tidak sederajat denganmu. Atau berkata: Sebetulnya statusmu lebih tinggi atau kamu memiliki kelebihan banyak yang sangat jauh dari suamimu.
Dia mempercayai para penghasut lagi pengadu domba dan bersikap sombong dan angkuh akhirnya meminta thalak atau selalu menyakiti suaminya padahal Rasulullah bersabda:
“Bukan termasuk golonganku orang yang bersumpah dengan amanah dan barangsiapa merusak hubungan seseorang dengan isterinya atau budaknya maka bukan termasuk golonganku.” (H.R Ahmad dan yang lainnya)
13. Sebagian wanita ketika melihat sang suami berperangai buruk maka sang isteri juga membalas sikap buruk itu dengan keburukan serupa, bersikap kasar, tidak sopan dan keras hati tidak mau berbuat kebaikan kepada suaminya. Maka suasana semakin keruh dan bisa jadi menjadi sebab percekcokan dan berakhir dengan perceraian.
14. Terlalu percaya kepada orang lain sehingga semua rahasia rumah tangga dibuka di hadapan orang tersebut kemudian hal itu sampai kepada sang suami.
15. Tidak tabah dan sabar menghadapi tabiat dan perangai laki-laki dan dia menyangka bahwa semua rumah tangga sepi dari percekcokan, perselisihan dan problem rumah tangga.
16. Bersikap sederhana di hadapan suami dalam berpakaian dan penampilan namun bersolek dan berdandan di hadapan laki-laki lain.
17. Bersikap dingin, tidak bisa bercanda, bercumbu dan berseda gurau dengan suami bahkan ketika berada di ranjang bersikap dingin dan menutup segala penglihatan dan pendengaran yang bisa menambah gairah dan cinta sehingga sikap itu menjadi penyebab sang suami bersikap acuh dan menikah dengan wanita lain. Rasulullah bersabda:
“Kenapa engkau tidak menikah dengan gadis agar kamu bisa bercanda dengannya dan dia bercanda denganmu.”
Dari Muawiyah bin Haidah berkata: Saya bertanya: Wahai Rasulullah, kapan kita boleh membuka dan menutup aurat? Beliau bersabda: Jagalah auratmu kecuali dari isterimu dan budakmu. (H.R Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad, dan disahihkan oleh Al Hakim serta disetujui Adz Dzahaby).
18. Menganggap bahwa pendapatnya yang paling benar dan suaminya selalu berada di pihak yang salah. Jika suami berusaha untuk memahamkan maka pasti terjadi salah faham dan berakhir dengan percekcokan. Hal itu karena wanita terlalu dikuasai hawa nafsu dan perasaan sementara ia tidak menyadari bahwa sikapnya menyulut api perceraian.
19. Selalu menjauhi suami dalam pertemuan-pertemuan keluarga bahkan boleh jadi menjauhi sang suami dari tempat tidur. Rasulullah bersabda:
“Jika seorang wanita bermalam menjauhi tempat tidur suaminya maka malaikat melaknatnya hingga kembali lagi.” (H.R Bukhari dan Muslim)
20. Boleh jadi umur isteri lebih tua dari suami atau bekas isteri orang lain atau mempunyai anak banyak maka ia merasa sombong dengan kecantikan atau bekas suami yang dahulu sehingga tidak ingin suaminya memiliki isteri lain. Sementara suaminya ketakutan karena usia isterinya lebih tua atau dia memang sudah menikah sebelumnya maka kehidupan rumah tangga dirundung kegelisahan dan kekhawatiran dan pada akhirnya sang suami menikah lagi atau berakhir dengan perceraian.
21. Suka berbicara dan membuka obrolan dengan laki-laki lain sehingga bisa membangkitkan cemburu atau marah sang suami.
22. Sering curiga dan sangat berperasa, selalu curiga terhadap setiap ucapan yang didengarnya dan perbuatan yang dilihatnya sehingga dia selalu menaruh curiga terhadap suaminya atau orang yang hidup disekitarnya bahkan selalu ingin tahu apa yang diperbuat oleh suaminya.
23. Cemburu dan Hasad terhadap kerabat suami, tidak mau bersilaturrahmi dan berbuat baik kepada mereka bahkan ia hanya ingin mengutamakan diri sendiri dengan segala sesuatu dan menjadi orang yang paling diperhatikan.
24. Kurang memperhatikan suami karena terlalu mencurahkan perhatian kepada anak-anak, atau sibuk berkunjung dan menelpon teman-teman atau sanak kerabat sehingga hak dan kebutuhan serta kewajiban terhadap suami terlantar. Demikian itu bisa menjadi sebab sang suami menikah dengan wanita lain lalu menjauhinya atau menceraikannya.
25. Memiliki tabiat dan perangai yang suka berubah-ubah dan sulit dikendalikan, terkadang bersikap murung dan bermuka masam namun seketika berubah menjadi ceria dan berseri-seri.
26. Sebagian isteri kurang bersyukur kepada Allah yang telah memberi nikmat suami yang shalih, sering menciptakan suasana yang memicu percekcokan dengan suami, susah menerima nesehat dan pengarahan hingga suami terpaksa menikah dengan wanita lain akhirnya suasana semakin keruh dan tidak bisa dikendalikan serta berakhir dengan perceraian.
27. Terkadang seorang wanita terkena penyakit was-was yang selalu menguji kecintaan suami dan memojokkan dengan berbagai macam permintaan, atau berpaling dan membangkang atau berpura-pura sakit atau pikiran kalut lalu meminta diajak keluar atau jalan-jalan yang mengeluarkan biaya besar sehingga permasalahan menjadi semakin ruwet dan sering menimbulkan percekcokan lalu berakhir dengan kebencian atau perceraian.
28. Terpengaruh oleh sinetron murahan dan film-film cengeng yang merusak akhlak rasa malu sehingga membuat sang isteri berani melawan dan menentang sang suami serta meminta berbagai macam model pakaian.
29. Boleh jadi seorang isteri mandul atau sakit sehingga tidak mampu memenuhi hak-hak suaminya namun ia juga menolak suaminya menikah lagi akhirnya sang suami berada dalam posisi serba sulit, antara menceraikan sang isteri sehingga menambah parah penyakitnya atau terus-menerus hidup seperti itu.
30. Mempermahal mahar, banyak tuntutan materi, senang hidup boros dan mubadzir. Gemar membeli berbagai macam pakaian dan perabot rumah tangga yang kurang bermanfaat akhirnya terbuang di tong sampah dengan sia-sia, atau membeli berbagai perhiasaan emas di luar kebutuhan, kemudian dijual lagi dengan harga yang sangat murah sehingga sang suami mengalami kerugian dan kehabisan harta dan tidak mampu lagi menanggung beban kebutuhan rumah tangga dan tuntutan sang isteri akhirnya muncul percekcokan dan perselisihan. Seandainya seorang wanita rela dengan mahar yang sedikit maka bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain yang lebih penting. Jika seorang wanita menerima mahar cukup besar maka hendaklah ditabung, atau dibuat modal usaha lalu sebagian dari hasil usaha bisa digunakan untuk simpanan hari tua dan sebagian lain disedekahkan sehingga memberi manfaat bagi semua pihak baik keluarga maupun dirinya sendiri maka Rasulullah bersabda:

“Pernikahan yang paling berkah adalah yang paling murah beban biayanya.” (H.R Ahmad)
Dan Nabi bersabda:
“Wanita yang paling berkah adalah yang murah maharnya.” (H.R Hakim)
31. Berkhianat dalam kesucian dan harga diri sehingga menyalurkan kebutuhan seksual dengan cara yang diharamkan Allah. Allah berfirman:
“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Furqan 68-70)

Wahai Saudariku wanita muslimah, jauhkanlah diri kalian dari tabiat buruk dan perangai tercela di atas dan hiasilah hidupmu dengan akhlak yang mulia, perangai yang terpuji, prilaku yang baik dan kebiasaan terhormat. Karena sebaik-baik manusia adalah orang yang terbaik bagi keluarganya, kemudian lingkungan sekitarnya dan mampu memberi manfaat bagi orang lain.

***
Artikel media-ilmu.com

Read More......

Tuesday, August 3, 2010

Melamun Bisa Menghilangkan Memori

Merry Wahyuningsih - detikHealth

Setiap orang pasti pernah melamun dan berkhayal memikirkan masa depan atau sesuatu hal yang indah. Jangan kebanyakan melamun karena melamun dapat membuat orang kehilangan sebagian dari memorinya.

Pernahkah Anda mengalami kesulitan untuk mengingat peristiwa sebelum Anda melamun? Jika iya, maka itu adalah normal.

Penelitian terbaru menemukan bahwa melamun atau termenung sambil pikiran melayang ke mana-mana, dapat menyebabkan hilangnya sebagian memori, khususnya memori sebelum seseorang mulai melamun. Semakin jauh pikiran melayang saat melamun, maka hilangnya memori akan semakin parah.

Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa berpikir tentang sesuatu yang lain, baik melamun atau pikiran berkelana (mind-wandering), dapat memblokir akses ke kenangan atau memori masa lalu.
Dalam penelitian yang baru, ilmuwan menyelidiki beberapa partisipan. Partisipan dibagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama diminta untuk melihat daftar kata yang muncul di layar komputer, satu per satu. Kemudian partisipan diminta untuk melamun, memikirkan tentang kejadian yang menarik baginya. Selanjutnya, partisipan kelompok kedua hanya diminta untuk melihat daftar kata-kata, tanpa melamun.

Pada akhir tes, kedua kelompok partisipan diminta mengingat kembali sebanyak mungkin kata-kata apa saja yang dilihatnya dari daftar tadi.

Hasilnya, kelompok yang diminta untuk melamun hanya mengikat sedikit kata dibandingkan dengan kelompok yang tidak melamun. Ini menunjukkan bahwa melamun dapat menghilangkan sebagian memori yang baru saja diperoleh.

Studi ini telah diterbitkan dalam Psychological Science, sebuah jurnal dari Association for Psychological Science.


"Melamun dapat membuat Anda merasa berada dalam situasi yang berbeda, karena Anda tidak dapat mengingat kejadian yang terjadi sebelum Anda melamun," ujar Peter F. Delaney dari Universitas of North Carolina di Greensboro, seperti dilansir dari Psychcentral, Jumat (30/7/2010).

Read More......

Jika Akhwat mengkhitbah

Bismillah...

Mendengar seorang ikhwan yang mengkhitbah seorang akhwat, itu biasa. namun bagaimana jika kita mendengar seorang akhwat yang mengkhitbah seorang ikhwan?

Seperti Aisyah yang berani melamar seorang Fahri dalam film Ayat-Ayat Cinta? Walaupun bukan sesuatu yang luar biasa, namun perkara akhwat yang melamar seorang ikhwan masih jarang terjadi.



Hal ini disebabkan masih melekatnya sebuah ajaran etika dalam adat ketimuran kita bahwa, pria harus-lah yang lebih dulu berinisiatif (baca: melamar) dan wanita itu sifatnya hanya menunggu. Dan anggapan lain bahwa wanita yang mengajukan dirinya untuk seorang pria adalah wanita yang tidak mempuyai harga diri, tidak laku dsb.

Selain itu masih ada juga anggapan beberapa ikhwan yang tidak menyukai jika seorang akhwat yang berinisiatif terlebih dahulu.

Sebelum saya menjawab, atau lebih tepatnya membantah pendapat-pendapat tersebut, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu, apa alasan saya menulis judul seperti ini?

Suatu hari saya berkunjung ke kost-an sahabat saya. Ketika itu dia bercerita bahwa seminggu yang lalu dia baru saja menolak lamaran seorang ikhwan yang mengajaknya untuk bersama-sama menyempurnakan separuh agama (baca:menikah). Alasannya simple, “saya tidak merasakan chemistry dengannya dan saya juga masih sementara kuliah”. Cerita itu tidak mengagetkan saya, namun yang mengagetkan saya adalah pengakuannya bahwa saat ini dia telah mengkhitbah seorang ikhwan. Sesaat saya terdiam, saya hampir tidak percaya. Sebab seperti yang saya jelaskan barusan, sahabat saya ini adalah seorang akhwat yang masuk urutan utama jncaran para ikhwan alias primadona para ikhwan. Jika Rasulullah mengajarkan kepada para ikhwan ketika memilih seorang istri dengan melihat 4 kriteria, sahabat saya memiliki semua itu. Wajahnya cantik dengan fisik yang sempurna. Keturunannya baik, hartanya lumayan, dan yang terakhir agamanya insya allah tidak diragukan, saya melihatnya dari pengorbanannya terhadap dakwah. (cat : “kembali, tidak ada manusia yang sempurna ^_^). Kadang hanya dalam beberapa minggu, ada saja ikhwan yang ditolaknya.

Dia kemudian bercerita bahwa ikhwan yang dikhitbahnya adalah teman sekolahnya ketika di bangku SMA dulu. Yang membuat sahabat saya tertarik pada ikhwan tersebut sewaktu masih di bangku SMA yaitu, ikhwan tersebut mempunyai sifat bertangung jawab, baik, dan ramah, shalatnya-pun sempurna 5 waktu, walaupun saat itu ikhwan tersebut belum belajar atau mengenal islam secara kaffah (sempurna). Di kelasnya ikhwan tersebut, mampu menyelesaikan pertengkaran antar teman-temannya dengan bijak. “dia punya kharisma ukhti”. ucapnya pada saya.

Dan sahabat saya pun pada akhirnya jatuh cinta untuk yang pertama kali pada ikhwan tersebut. Hatinya semakin sesak ketika ia mengetahui bahwa sang ikhwan tersebut juga mempuyai perasaan yang sama padanya Namun sahabat saya hanya bisa memendam apa yang ia rasakan. dalam hatinya.. Kenapa? Sebab saat di bangku SMA ,sahabat saya sudah berubah menjadi seorang *akhwat. Dari kajian islam yag diikuti sahabat saya, dia mengetahui bahwa pacaran dalam islam tidak dibenarkan dan hukumnya adalah haram. Karena itu dia memutuskan untuk menyimpan sendiri rasa cinta dalam hatinya. Hingga mereka berdua lulus sekolah. Keduanya pun pergi menimba ilmu di dua pulau yang berbeda. Sampai akhirnya dua pulau itulah yang menjadi jarak pemisah diantara mereka berdua yaitu antara pulau Sulawesi dan pulau Jawa. { sedihnya…. :’( }

Empat tahun sudah mereka berpisah. Kesibukan dakwah dan kuliah membuat sahabat saya lupa sejenak dengan perasaannya. Singkat cerita…sahabat saya sedang mengikuti kegiatan seminar nasional di pulau Jawa. Dunia memang begitu kecil, dan tanpa sengaja, mereka berdua dipertemukan di kampus tempat ikwan tersebut menuntut ilmu.. Siapa yang sangka, cinta yang telah lama terpendam kini bergejolak kembali. Apalagi sahabat saya mendapat informasi dari wanita teman sekolahnya yang kini sekampus dengan ikhwan tersebut bahwa si ikhwan tersebut sudah berubah pula menjadi seorang *ikhwah yang sebenarnya, dan sudah menjadi aktifis dakwah islam. Hati sahabat saya semakin terpesona. Dan akhirnya ia memutuskan dengan mantap untuk meminang ikhwan tersebut, mengajuka proposal cintanya pada ikhwan pujaan hatinya….(he…he….lebay yah…^_^)

Yang membuat saya begitu bangga pada sahabat saya adalah, alasan mengapa dia meminang ikhwan tersebut. Dia berkata, karena dia adalah seorang akhwat parimadona para ikhwan. Dia tak ingin lagi melukai hati ikhwan-ikhwan yang lainnya, dia tak ingin memunculkan fitnah bahwa dia seorang akhwat yang pemilih. Dan terlebih karena dia takut hatinya akan melakukan zina hingga membuatnya malu pada Allah. Dan sebuah alasan yang menurut saya indah yaitu, karena hatinya masih ada terukir nama ikhwan tersebut. Diapun berujar , “saya tau mungkin menurut orang ini memalukan, tapi saya tak ingin terus berada dalam kegamangan. Ketika seorang hamba mempunyai sebuah permintaan pada Tuhannya, dia harus melakukan dua persyaratan yaitu berdoa dan berikhtiar. Saya sudah berdoa kepada Allah agar saya diberikan pilihan yang terbaik menurut Allah, saya tidak kecewa jika nantinya allah memberikan pilihan yang lain. Namun saya juga menyelipkan doa permintaan bahwa, jika boleh, saya ingin meminta ikhwan tersebut pada Allah, dan jika boleh, Allah menghadirkan kepada ikhwan tersebut perasaan yang sama seprti yang saya rasakan padanya. Doa sudah saya panjatkan,,,dan ikhtiaranya…saya memberanikan mengajukan diri pada ikhwan tersebut.”

Saya kemudian bertanya, “bagaimana kalau nantinya ukhti ditolak“?

Sahabat saya kemudian terdiam sesaat. Dan kemudian berkata dengan mimik wajah yang serius. “iya ya ukhti, gimana kalau saya ditolaknya?

Ah terkadang saya berpikir kenapa saya begitu bodoh dan tolol mengajukan diri pada seorang ikhwan sementara disatu sisi, banyak ikhwan yang lain pula yang mengajukan diri pada saya.

Ukhti, saya juga manusia biasa, terlebih saya seorang wanita. Saya takut kalau-kalau dia menolak lamaran saya. Saya pasti akan sangat malu.

Tapi biarlah….toh saya bukan seorang akhwat yang murahan. Sebab saya mengajukan diri padanya untuk menjaga iffah saya sebagai seorang muslimah.,….dan apa boleh buat… nasi sudah menjadi bubur….saya siap dengan segala konsekuensinya”. Subhanaullah….

Gimana, cerita tentang sahabat saya tersebut? Sangat mengharukan bukan. Lalu bagaimana islam memandangnya?

Apa yang dilakukan oleh sahabat saya tersebut dengan mengajukan dirinya pada seorang ikhwan, pernah juga dilakukan oleh calon wanita penghuni surga yaitu Khadijah. Ketika Khadijah jatuh cinta pada Muhammad dan kemudian meminta saudaranya untuk melamar sang rasul pilihan tersebut. Malah Khadijah terbilang sangat berani karena dia adalah wanita yang sudah berusia 40 tahun, berstatus janda dan jarak usianya cukup jauh dengn rasul dengan selisih 15 tahun. Tapi subhanaullah, Rasul tak menganggap Khadijah sebagai wanita yang rendah, dan tidak mencelanya. Malah Rasul yang saat itu terkenal sebagai pemuda yang jujur malah merasa rendah diri dan menganggap bahwa dirinya tidak pantas disunting oleh wanita mulia seperti Khadijah. Dan pada akhirnya Rasul tak pernah berhenti bersyukur dianugerahi Khadijah oleh Allah, tak henti-hentinya Rasul mengucapkan terimakasih pada Khadijah yang telah memilihnya sebagai seorang suami dan hanya kepada Khadijah-lah Rasul memberikan cinta sejatinya….padahal Khadijalah yang terlebih dahulu mengajukan dirinya.

Namun sangat disayangkan, masih banyak diantara kita yang menganggap bahwa seorang wanita tidak pantas untuk mengajukan dirinya sebab itu akan menghinakan dirinya sendiri. dan terkadang masih ada saja ikhwan yang tanpa berpikir panjang langsung menolak ketika dipinang oleh seorang akhwat padahal akhwat tersebut bukan mengajaknya untuk berbuat sesuatu yang haram melainkan suatu perbuatan yang bernilai ibadah.

Oleh karena itu, pendapat saya pribadi, teman-teman akhwat yang berani mengajukan diri mereka kepada seorang ikhwan adalah sikap yang mulia. Alasan yang mendasari mereka adalah, mereka tak ingin hatinya terus berzina karena mempunyai perasaan pada seorang ikhwan. Dengan memberanikan mengajukan diri maka setidaknya mereka bisa mengetahui apakah ihwan tersebut mempunyai perasaan yang sama terhadap mereka atau tidak. Jika misalnya ya…maka perasaan cinta itu akan bernilai pahala ketika berakhir di pelaminan. Toh jika pada akhirnya nantinya mereka ditolak, mereka akan berhenti untuk mencintai dan kemudian mulai dari awal lagi menata hati untuk ikhwan yang berikutnya. Tapi bukan berarti akhwat yang tidak mengajukan dirinya itu tidak mulia, sebab pada dasarnya yang mengatur scenario bagaimana jalan pertemuan kepada jodoh kita, adalah Allah. Bukan begitu..?
Sekali lagi, saya ingin mengatakan betapa bangganya saya kepada sahabat saya tersebut. Dia berani untuk mengejar cintanya walaupun dengan konsekunesi menanggung malu jika ditolak. Bagi saya itu bukanlah hal yang memalukan, sebab dia berani mengajukan dirinya. Tidak seperti saya yang ketika itu hanya bisa melihat dan mengagumi seorang ikhwan dari kejauhan. Dan hanya berdoa kepada Allah untuk memilihkan padaku pilihan yang terbaik.

Sumber :
*** “Kebebasan Wanita”, jilid ke 3, karya Abdul Halim Abu Syuqqah, terbitan Gema Insani Press, 1999, Jakarta)

Read More......